Welcome

Selasa, 01 Maret 2011

Tugas Softskill (kelompok)

ACM Kode etik dan perilaku professional

Garis besar kode etik dan perilaku professional adalah :
1. Keharusan moral umum
1.1. Contribute to society and human well-being atau kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
1.2. Avoid harm to others atau Hindari menyakiti orang lain.
"Harm" berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak diinginkan.
1.3. Be honest and trustworthy atau bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan.Tanpa kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.
1.4. Be fair and take action not to discriminate atau bersikap adil dan tidak mendiskriminasi Nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
1.5. Honor property rights including copyrights and patents atau Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.
1.6. Give proper credit for intellectual property atau Menberikan kredit yang pantas untuk property intelektual.
Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.
1.7. Respect the privacy others atau menghormati privasi orang lain
Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
1.8. Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.

2. Tanggung jawab professional yang lebih spesifik.
2.1. Upaya untuk mencapai kualitas tertinggi, keefektifan dan martabat sekaligus proses dan produk dari professional kerja.
Keunggulan adalah kemungkinan yang paling penting dari seorang profesional. Profesional komputasi harus berusaha keras untuk mencapai kualitas dan sadar akan konsekuensi negatif yang mungkin timbul dari kualitas yang buruk dalam suatu sistem.
2.2. Memperoleh dan mempertahankan kompetensi professional
Keunggulan tergantung pada individu yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan mempertahankan kompetensi profesional.
2.3. Mengenal dan menghormati hukum yang ada yang berkaitan dengan kerja professional.Anggota ACM harus mematuhi daerah, negara bagian, provinsi, nasional, dan hukum internasional kecuali ada dasar etika yang menarik untuk tidak melakukannya.
2.4. Menerima dan menyediakan tinjauan yang professioanal yang sesuai.
Kualitas kerja profesional, terutama dalam profesi komputasi, tergantung pada profesional mengkaji dan mengkritisi.
2.5. Memberi dan mengevaluasi seluruh komperensif system computer dan dampaknya, termasuk kemungkinan anilisis resiko.Komputer profesional harus berusaha perseptif, teliti, dan objektif ketika mengevaluasi, merekomendasikan, dan dalam penyajian deskripsi sistem dan alternatif.
2.6. Menghormati kontrak, perjanjian dan tanggung jawab yang ditugaskan.
Menghormati komitmen seseorang adalah masalah integritas dan kejujuran. Untuk komputer profesional ini termasuk dalam memastikan unsur-unsur system yang dimaksud.
2.7. Meningkatkan pemahaman public tentang komputasi dan konsekuensinya
Komputasi profesional memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan teknis dengan masyarakat dengan mendorong pemahaman komputasi, termasuk dampak sistem komputer dan keterbatasannya.
2.8. Akses komputasi dan komunikasi sumber daya hanya yang diberi wewenang yang dapat melakukannya.Pencurian atau perusakan harta benda dan elektronik dilarang. Pelanggaran itu termasuk mengakses jaringan komunikasi dan sistem komputer, atau rekening dan / atau file yang terkait dengan sistem itu, tanpa otorisasi eksplisit untuk melakukannya.

3. Keharusan kepemimpinan organisasi.
3.1. Tanggung jawab artikulasi social anggota dari sebuah unit organisasi dan mendorong penuh penerimaan tanggung jawab tersebut.
Karena organisasi dari semua jenis memiliki dampak pada publik, mereka harus menerima tanggung jawab kepada masyarakat.
3.2. Mengelola personil dan sumber daya untuk merancang dan membangun system informasi yang meningkatkan kualitas kehidupan kerja.
Pemimpin organisasi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem komputer meningkatkan, bukan menurunkan, kualitas kehidupan kerja.
3.3. Mengakui, mendukung dan menggunakan wewenang yang tepat untuk menggunakan komputasi suatu organisasi dan sumber daya komunikasi.
Karena sistem komputer dapat menjadi alat untukmerugikan organisasi, kepemimpinan memiliki tanggung jawab untuk secara jelas mendefinisikan secara pantas dan tidak pantas sumber daya komputasi organisasi.
3.4. Pastikan bahwa pengguna dan mereka yang akan dipengaruhi oleh sebuah sistem memiliki kebutuhan yang jelas diartikulasikan selama pengkajian dan desain persyaratan, kemudian sistem harus divalidasi untuk memenuhi persyaratan.
Pengguna sistem saat ini, pengguna potensial dan orang lain yang hidupnya mungkin akan terpengaruh oleh sistem harus memiliki kebutuhan mereka yang dapat dinilai dan dimasukkan ke dalam laporan yang diperlukan. Sistem validasi harus memastikan kepatuhan terhadap persyaratan.
3.5. Artikulasikan dan kebijakan dukungan yang melindungi martabat pengguna dan orang lain dipengaruhi oleh sistem komputasi.
Merancang atau melaksanaan sistem yang merendahkan orang sengaja atau tidak sengaja secara etika tidak dapat diterima. Komputer professional yang berada dalam posisi pengambilan keputusan harus memastikan bahwa sistem dirancang dan dilaksanakan untuk melindungi privasi pribadi dan meningkatkan martabat pribadi.
3.6. Menciptakan peluang bagi anggota organisasi untuk mempelajari prinsip-prinsip dan keterbatasan sistem komputer.
Pemahaman ini penting untuk masyarakat. Kesempatan dalam bidang pendidikan sangat penting untuk memfasilitasi partisipasi yang optimal dari semua anggota organisasi. Peluang harus tersedia untuk semua anggota dalam membantu mereka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam komputasi, termasuk kursus yang membiasakan mereka dengan konsekuensi dan keterbatasan jenis system tertentu.

4. Kepatuhan terhadap code
4.1. Menjunjung dan mempromosikan prinsip-prinsip dari Kode Etik.
Masa depan profesi komputasi tergantung pada keunggulan teknis dan etis. Tidak hanya penting untuk profesional ACM komputasi untuk mematuhi prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam pedoman ini, setiap anggota harus mendorong dan dukungan kepatuhan oleh anggota lainnya.
4.2. Perlakukan pelanggaran kode ini tidak konsisten dengan keanggotaan di ACM.
Kepatuhan profesional untuk kode etik sebagian besar masalah sukarela. Namun, jika anggota tidak mengikuti kode ini dengan melakukan perbuatan kotor, keanggotaan dalam ACM mungkin dihentikan.

Ten of Commandements of Etics
Ten Commandments of Computer Ethics (Sepuluh Perintah Etika Komputer); nilai-nilai etika seperti yang didefinisikan pada tahun 1992 oleh Computer Ethics Institute, sebuah organisasi nirlaba yang misinya adalah untuk memajukan teknologi dengan cara etis, daftar aturan-aturan sebagai pedoman untuk etika komputer:
1) Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain.
2) Jangan mengganggu pekerjaan komputer orang lain.
3) Jangan mengintai di dalam file orang lain.
4) Jangan menggunakan komputer untuk mencuri.
5) Jangan menggunakan komputer untuk mengucapkan saksi dusta.
6) Jangan menggunakan atau menyalin perangkat lunak komersial yang anda belum bayar.
7) Jangan menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa otorisasi.
8) Jangan menyediakan hasil intelektual orang lain.
9) Anda harus memikirkan tentang konsekuensi social program yang telah di buat.
10) Anda menggunakan komputer dengan cara yang menunjukkan pertimbangan dan rasa
hormat.

Contoh pelanggaran :
Pada kenyataannya memang banyak terjadi kasus-kasus baik pelanggaran etika bahkan hukum yang dilakukan oleh para user sebagai pelaku komunikasi virtual. Sebagai contoh riil pembobolan kartu kredit sebagai transaksi menggunakan fasilitas e-commerce sudah banyak terjadi dan menyebabkan Indonesia di-black list untuk beberapa transasksi, kasus lain penyebarluasan foto “porno” baik yang asli maupun rekayasa, baik foto artis ataupun bukan sempat membuat prihatin masyarakat. Pada kasus lain penduplikasian web juga menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi pihak pemilik websites asli, sehingga cap yang kemudian muncul menyatakan bahwa informasi mapun pesan di medium internet adalah bersifat abu-abu, bisa dipercaya asli tetapi juga palsu serta menyesatkan. Inilah konsekuensi-konsekuensi yang tak terbayangkan yang muncul akibat dari pelanggaran-pelanggaran etika via proses komunikasi virtual.

CODE ETHICS AND STANDART CONDUCT

Kode etik DPMA (Data Processing Management Association – 1951)
Misi dari DPMA adalah menjunjung manajemen informasi yang efektif dan bertanggung jawab untuk kebaikan para anggotanya, para pemberi kerja, dan masyarakat bisnis. Kode etik DPMA terdiri dari standar prilaku yang menguraikan kewajiban manajer pengolahan data pada manajemen perusahaan, rekan anggota DPMA dan profesi, masyarakat dan pemberi kerja.
Etika komunikasi dalam organisasi melibatkan banyak elemen yang sangat komplek termasuk masyarakat. Kompleksitas ini bukanlah hal yang bertentangan. Sebuah organisasi terdiri dari individu- yang berkarakter berbeda-beda. Kejujuran dalam etika berorganisasi dapat membangun kepercayaan sesama anggota, termasuk tidak saling menyakiti dan keadilan.

http://widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5562/Modul_ke_5_sim_ptik.doc

http://www.acm.org/about/code-of-ethics

http://cunky-only.blogspot.com/2011/02/ten-commandments-of-computer-ethics.html

http://incriv.wordpress.com/2008/07/12/the-ten-commandment-of-computer-ethics-10-etika-berkomputer-di-dunia-cyber/

http://www.scribd.com/doc/39270971/Sepuluh-Perintah-Etika-Komputer

Nama Kelompok :
Ardi Hermawan (10107228)
Desi Natalia (10107463)
Kiki Irwanty (10107982)

Kamis, 23 Desember 2010

Pendekatan Pengembangan Sistem

Pendekatan Pengembangan Sistem
Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem yaitu:

- Dipandang dari metodologi yang digunakan:
• Pendekatan Klasik (Classical Approach)
Mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan di system life cycle.
• Pendekatan Terstruktur (Structured Approach)
Menyediakan sistem tambahan berupa alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle.

- Dipandang dari sasaran yang dicapai:
• Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach)
Merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja, tanpa memperhatikan posisi dan sasaran keseluruhan organisasi
• Pendekatan Sistem (Systems Approach)
memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.

- Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem:
• Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach)
Dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
• Pendekatan Atas Turun (Top Down Approach)
Dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategis. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan informasi, kemudian turun ke proses trasaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedurprosedur dan kontrol.

Selasa, 14 Desember 2010

Pengembangan Sistem

Pengembangan Sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yg baru untuk menggantikan sistem yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yg telah ada.

PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM
Prinsip Pengembangan Sistem :

•Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.

•Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
Setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:

- Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
Investor harus memeriksa semua alternatif yang ada dengan melihat opportunity cost dari masing-masing alternatif

- Investasi yang terbaik harus bernilai
manfaat (benefit) atau hasil baliknya harus lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tsb bernilai atau tidak.

• Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
Seperti Analis sistem, Manajer sistem dan programmer, serta user yang dididik dengan diberikan on-the-job training.

• Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja & melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk menjalankannya.Siklus pengembangan Sistem (System Development Life Cycle (SDLC))umumnya menunjukkan tahap–tahap kerja yg harus dilakukan.

• Proses Pengembangan Sistem tidak harus urut

• Jangan Takut membatalkan proyek

• Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
Metodologi adalah :
Kesatuan metode-metode , prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan , seni, atau disiplin lainnya.

Metode adalah :
Suatu cara / teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh :
- Penulis buku
- Peneliti
- Konsultan
- Systems house
- Pabrik software

Metodologi pengembangan sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu:

a. Functional decomposition methodologies (metodologi Pemecahan fungsional)
Menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem subsistem yg lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk metodologi ini :
- HIPO (Hierarchy Input Process Output)
- Stepwise refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
- Information hiding

b. Data oriented methodologies ( metodologi orientasi data )
Menekankan pada karakteristik dari data yg akan diproses.
Dapat dikelompokkan menjadi 2kelas yaitu :
- Data Flow Oriented Methodologies
Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
- SADT (Structured Analysis and Design Technique )
- Composite Design
- Structured System Analysis & Design (SSAD)

- Data Structure Oriented Methodologies
Yang termasuk metodologi ini adalah :
- JSD
- W/O

c.Prescriptive methodologies
Yang termasuk metodologi ini adalah :
- ISDOS (Information System Design and Optimization System )
- PLEXSYS
- PRIDE
- SDM/70
- SPEKTRUM
- SRES dan SREM

Senin, 06 Desember 2010

Perbandingan OS yang ada pada Handphone

Dibawah ini saya akan mencoba membandingkan antara Windows Mobile dengan Android.

Perbandingan Windows Mobile dan Android, diantaranya :

- Dukungan Software
Pada Windows Mobile, sudah banyak aplikasi pihak ketiga yang kompatibel. Sayangnya, Windows Mobile tidak memiliki store khusus seperti iStore milik iPhone yang berguna menyediakan aplikasi-aplikasi tersebut pada satu tempat.

Pada Android, Aplikasi masih sedikit, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah banyak mengingat Android adalah OS open source. Hampir semua aplikasi bisa didapat gratis, dan dapat didownload melalui fasilitas Android Market.

- Performa
Pada ponsel Windows Mobile yang tidak menggunakan touchscreen memiliki kinerja telepon yang cukup baik, sedangkan yang menggunakan touchscreen sebalikmya.

Pada ponsel Android kurang nyaman jika dipakai untuk melakukan panggilan telepon. Namun, kelebihannya adalah pada menu-menu notifikasi yang mudah dipahami.

- Teknologi Display
Pada Windows mobile menggunakan display yang tidak menggunakan touch dan touch dengan teknologi resitive. Memerlukan stylus dalam pengoperasian.

Pada Android, berbeda dengan windows mobile, Android mengadopsi teknologi capasitive untuk teknologi display-nya.

- Stabilitas
Pada ponsel Windows Mobile yang menggunakan touchscreen, mengeluh karena ketidakstabilan dari kinerja ponsel ini. Ponsel Windows Mobile yang tidak menggunakan touchscreen dinilai lebih stabil kinerjanya.

Pada Android dibuktikan stabil ketika diinstal lebih dari 50 aplikasi.

- Perusahaan
Pada Windows mobile terintegrasi dengan Exchange atau Outlook, jadi disediakan oleh pengembang yang sama yaitu Microsoft.

Pada Android masih mampu sedikit mengimbangi dengan kemampuan Android untuk terintegrasi dengan Exchange server tanpa hambatan.

Senin, 08 November 2010

Tugas Telematika

Cara Kerja Jaringan Wireless

Untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu:

1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:

1. Physical Layer (Lapisan Fisik)
2. Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
3. Network Layer (Lapisan Jaringan)
4. Transport Layer (Lapisan Transport)
5. Session Layer (Lapisan Sesi)
6. Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
7. Application Layer (Lapisan Aplikasi)

Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh:

Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.

Lebih jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.

Software dan Hardware yang berhubungan.
Software

1. Easy WiFi Radar PRO v1.0
Software Easy WiFi Radar berguna untuk mendeteksi keberadaan pemancar wireless sehingga kalau kita masih berada jauh dari pemancarnya kita bisa mendekatkan diri agar koneksinya bisa terjaga dan stabil.

2. WiPeer
adalah Wi-Fi berbasis peer-to- peer aplikasi yang memungkinkan Anda untuk segera melakukan tugas jaringan tertentu dengan pengguna Wi-Fi lain di dekat Anda yang juga memiliki perangkat lunak yang diinstal. Perangkat lunak ini menyajikan pengguna yang memiliki Wi-Fi diaktifkan laptop dan desktop dengan kemampuan untuk berbagi file, bermain game atau chatting ad-hoc jaringan peer-to-peer tanpa perlu untuk setiap jalur akses.

3. AirSnare
adalah aplikasi Wi-Fi besar bagi mereka situasi di mana Anda benar-benar perlu untuk terhubung ke jaringan terbuka.

4. ZoneRider
Perangkat lunak ini menampilkan semua pengguna Wi-Fi yang mencoba untuk terhubung ke jaringan Anda. Dan dapat otomatis mengkonfigurasi jaringan Anda sehingga tidak ada yang diizinkan untuk terhubung sampai Anda baik menambah mereka sebagai pengguna bebas, atau Anda membuat akun dibayar untuk mereka.

5. Wireless Protector Enterprise 1.3
Wireless Protector manajemen berbasis windows dan perangkat lunak keamanan yang secara otomatis menonaktifkan WiFi adapter pada komputer yang terhubung ke jaringan LAN perusahaan dan kembali mengaktifkan WiFi ketika kabel LAN diputus dari komputer nirkabel. Perangkat lunak ini bertindak sebagai server untuk semua komputer nirkabel dilindungi dan perlu diinstal hanya sekali pada platform windows aktif yang dihubungkan dengan kabel LAN ke jaringan perusahaan.

6. Access Controller 4.5.7-b
perangkat lunak sistem dengan manajemen produk canggih dan integrasi yang sederhana menjadi infrastruktur perusahaan yang bisa set-up dan dikonfigurasi dalam waktu kurang dari 1 jam.

Hardware

1. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari suatu jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN.

2. NIC (network interface card) merupakan sebuah kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer sehingga komputer dapat dihubungkan ke dalam sistem jaringan

3. Tp-Link TL-WN422G merupakan sebuah dongle USB yang berfungsi sebagai penangkap sinyal wireless maupun access point.

4. Bridge untuk menghubungkan dua buah LAN dan memungkinkan paket data dari satu LAN ke LAN yang lain. Sebuah bridge menyediakan sambungan antara dua tipe Lan yang sama.

5. Repeater untuk memperkuat sinyal sehingga dengan adanya repeater ini jarak antara dua jaringan komputer dapat diperluas.

Selasa, 19 Oktober 2010

Tulisan Telematika

Tulisan Telematika
Posisi Indonesia Dalam Bidang Telematika

Sejak Amerika sebagai negara yang paling awal mempunyai inisiatif dalam pembangunan superhighways informasi,yang meluncurkan The National Infrastructure Information pada tahun 1991, banyak negara industri lainnya mengikutinya. Di tahun 1997 Indonesia meluncurkan kebijakan superhighways informasi dengan nama Nusantara 21.

Perbedaan Nusantara 21 dengan kebijakan superhighways informasi negara lain dapat dijelaskan oleh 4 hal diantaranya :

a. Evolusi Teknologi

Teknologi yang terus berubah. Perkembangan teknologi di masa mendatang sangat beragam. Di antara banyak negara tidak ada persetujuan mengenai kebutuhan untuk menghubungkan dengan kabel tempat-tempat paling jauh. Beberapa pakar berfikir bahwa teknologi wireless yang didukung oleh satelit dengan orbit rendah mungkin dapat mewujudkan komunikasi broadband dengan baik. Di Indonesia tampaknya terjadi evolusi teknologi yang unik. Mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan dan banyak yang buta huruf, sehingga tampaknya teknologi visual dan pembicaraan akan lebih mendapat tempat di masyarakat daripada teknologi informasi dengan tulisan.

b. Struktur pasar dan strategi industri

Para aktor strategi industri yang terlibat dalam pembuatan superhighways informasi tidak tergantung pada negara dimana mereka tinggal. Strategi-strategi dari para aktor utama dalam industri content juga menggambarkan ketidakpastian mengenai masa depan peralatan layanan informasi yang akan digunakan.

Karena tergantung struktur pasar, bisa jadi di masa depan strategi yang tepet berada dalam pilihan alternatif antara lain multimedia ( seperti CD-ROM, perangkat lunak PC dan piringan video digital) atau kabel (seperti TV kabel, telekomunikasi kabel dengan serat optic) atau jejaring telekomunikasi dari berbagai jenis teknologi telekomunikasi.

c. Penyusunan Institusional

Kebijakan – kebijakan superhighways informasi melibatkan berbagai badan atau agen pemerintah yang berkoordinasi secara fungsional, sektoral ataupun territorial. Dalam fungsinya, di AS atau Inggris, pemerintah tidak mengontrol seluruh proses kebijakan karena telah ada agen-agen regulasi independent. Secara sektoral, konflik dan persaingan institusional dapat terjadi di antara departemen pemerintah.

Di Indonesia yang berperan dalam N21 merupakan tim yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) yang melibatkan banyak menteri sesuai keppres 30 tahun 1997. Hal ini menunjukkan peran pemerintah Indonesia masih sangat besar dibandingkan peran swasta, masyarakat dan lain-lain. Adapula institusi yang lemah posisinya daripada TKTI, yaitu Kelompok Kerja Penyusunan Konsep Buku Nusantara 21 yang terdiri dari 14 kelompok yang terdiri dari wakil Telkom, Indosat, dan Universitas.

d. Akomodasi terhadap nilai – nilai nasional

Walaupun label “masyarakat informasi” yang sama digunakan di berbagai negara, visi sosial yang dikandungnya memiliki content local yang unik, yang berpijak pada nilai-nilai sosial dasar masing-masing masyarakat setiap negara. Di Indonesia, konsep superhighways informasi N21 tidak terlepas dari aspek Wawasan Nusantara yang heterogen dan Ketahanan Nasional, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, serta pertahanan keamanan, yang telah muncul sejak adanya konsep satelit.

e. Interaksi dengan kebijakan-kebijakan publik lainnya

Melalui tiga analisis yang umumnya dilakukan di semua negara (daya saing ekonomi, perbaikan kondisi sosial, liberalisasi telekomunikasi), juga analisis spesifik untuk masing- masing negara, kebijakan superhighways juga dihubungkan kepada kebijakan-kebijakan publik lainnya.

Di Indonesia, Nusantara 21 berkaitan dengan kebijakan – kebijakan mengenai daya saing ekonomi masyarakat Indonesia menghadapi pasar global, kebijakan pengurangan kesenjangan antara lapisan sosial ekonomi, kebijakan pertumbuhan industri nasional khususnya industri teknologi telekomunikasi, kebijakan perbaikan kondisi sosial masyarakat, kebijakan peningkatan pendidikan dan pengajaran serta kebijakan melestarikan kebudayaan nasional.

Tugas Telematika

Definisi Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis Telematique yang memiliki arti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika merupakan sarana komunikasi jarak jauh melalui media gelombang elektromagnetik.
Menurut Yusuf Hadi Miarso, Telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi sendiri adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (Gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary ( Digital ). Istilah Teknologi dan Komunikasi ( ICT / Information and Communication Technology ) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.
Dengan demikian, dapat saya ambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang dapat menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.

Perkembangan Telematika
Perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1.Periode Rintisan

Sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.

2. Periode Pengenalan

Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor.Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi

Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh.Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.

Trend Kedepan Telematika
Teknologi telematika dan aplikasi telah berkembang banyak dan akan terus mempengaruhi segmen lainnya dari industri otomotif. Tabel meringkaskan trend yang berhubungan dengan telematika yang mungkin terjadi tujuh tahun ke depan, termasuk telematika inti dan segmen terkait seperti navigasi, entertainmen, dan fungsi yang membantu pengemudi.

Basis dari sistem telematika adalah teknologi komunikasi yang menghubungkan sistem otomotif dengan konten dan layanan untuk pengemudi dan penumpang.
Trend jangka pendek yang paling penting adalah transisi dan perkembangan dari komunikasi seluler 3G. Sistem seluler 3G akan memungkinkan aliran data yang cepat yang diperlukan untuk aplikasi telematika, navigasi, dan komunikasi seperti email dan akses web. Contoh dari aplikasi navigasi adalah update map, informasi lalu lintas dan pencarian mobile.

Bagaimanapun, banyak aplikasi telematika yang ada akan berlanjut dengan jaringan selular 2,5G yang ada karena masalah biaya, dan karena manufaktur otomotif membayar biaya komunikasi dari banyak layanan telematika.
Sistem selular 3G akan menjadi umum untuk sistem telematika yang menggunakan telepon mobile pengemudi karena pelanggan akan mengadopsi telepon mobile 3G dan membayar untuk biaya penggunaan komunikasi. Sistem selular 3G tidak akan menjadi saluran untuk konten entertainmen dalam kendaraan untuk 3 atau 5 tahun ke depan, ketika hubungan komunikasi pita lebar menjadi umum dengan penyebaran dari teknologi WiMax dan LTE.

Dipelopori oleh GM dan OnStar, telematika otomotif sekarang ini telah mencapai level dimana telematika akan menjadi standar semua model. Keuntungan telematika untuk banyak aspek dari operasi bisnis GM diperkenalkan oleh persaingan OEMs dan ini memulai lomba untuk menyebarkan sistem telematika .
Grup Penelitian Telematika percaya semua OEMs utama akan menyebarkan sistem telematika dalam beberapa tahun kedepan. BMW dan Mercedes-Benz akan terus untuk menumbuhkan eksistensi sistem telematika,dan Chrysler akan memasuki pasar di tahun 2009 silam. TRG percaya OEMs Jepang dan OEMs Korea di Amerika Utara akan menambahkan sistem telematika pada dua atau empat tahun mendatang .
Ford sebelumnya menggunakan strategi yang unik dengan cepat menambahkan telematika tidak termonitor atau sistem telematika HFI. Sistem sinkronikasi Ford menggunakan kemudi telepon untuk komunikassi dengan sistem koneksi bluetooth ke sistem otomotif. Strategi tersebut sudah digunakan selama bertahun-tahun,tetapi Ford juga menambahkan layanan dimana bagian dari sistem telematika termonitor, yaitu ACN dan remote diagnostics . Ford akan menambahkan layanannya ditahun depan untuk berkompetisi lebih baik dengan OnStar.

Sistem navigasi dalam kendaraan sudah dialihkan oleh perangkat navigasi yang mudah dipindahkan akhir-akhir ini dan ini sepertinya berlanjut. Bagaimanapun, sistem navigasi ini harganya murah dengan harga awal dibawah $1.000 akan segera muncul dan akan lebih kompetitif. Jadi sistem navigasi yang disebut dengan Eco-Friendly membantu pengemudi untuk menghemat bahan bakar juga memberikan alasan untuk menggunakan sistem navigasi berkendaraan.

Sistem otomotif hiburan sebelumnya memiliki penyiaran primer atau sambungan digital satu arah seperti satelit radio,FM sideband (TMC-RDS) dan HD radio. Sambungan digital satu arah ini sudah digunakan untuk informasi lalu lintas, dan akan menambah kepentingan sebagai pupa data untuk telematika dan sistem navigasi.
Konten Digital in-car entertainment berkembang secara cepat, tetapi kebanyakan yang diperbolehkan melalui PC side-loading menggunakan memory seperti USB dan SD card atau melalui portable media player. Isi dari penyiaran digital melalui satelit dan HD radio juga berkembang pesat. TRG percaya penjualan HD radio akan melampaui satelit radio sebelum tahun 2015.

Kebanyakan sistem pembantu pengemudi akan mengingat pasar dalam 5 tahun kedepan, kecuali perintah di implementasikan untuk mengurangi biaya yang besar dari kecelakaan otomotif. Hanya sistem bantuan tempat akan berada dalam volume produksi dalam lima tahun mendatang.

Jumat, 28 Mei 2010

Tugas Video

Video Klip Nike

Menurut pendapat saya tentang video klip Nike adalah dalam masalah apapun yang sedang dihadapi harus tetap optimis dan yakin akan kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri. Meskipun masalah yang dialami sangat berat, jangan pernah merasa putus asa. Dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik.



Video Klip Pepsi

Menurut pendapat saya tentang Video Klip Pepsi adalah walaupun kita sedang dihadapi masalah sesulit apapun, kita harus tetap berfikir secara jerni. Karena dengan berfikir secara jerni maka kita dapat berfikir secara positif.

Jumat, 07 Mei 2010

Tugas Resensi

Judul Buku : Batavia Awal Abad 20 : Gedenkschriften
Van een oud-kolonial
Penulis : HCC Clockener Brousson
Penerbit : Komunitas Bambu, Jakarta 2004
Tebal : xiii + 150 halaman

Tulisan ini pernah dimuat secara berkala di Bandera Wolanda, yang bertujuan mendekatkan kalangan militer Belanda dan untuk memperkuat sentimen kesetian dan kecintaan kepada Ratu dan Bendera Belanda (hal. vi). Brousson sesungguhnya hanyalah peramu kisah itu dan bukan si pengenalannya sendiri. Si pengelana, tak lain seorang bekas serdadu bayaran Belanda berinisial XYZ, yang mengirimkan catatannya ke meja Brousson agar bisa dimuat untuk khalayak pembaca harian yang bersikulasi cukup luas saat itu (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Semenanjung Malaya). Apalagi harian ini juga dilanggan luas baik oleh Departemen Perang, Departemen Pendidikan, dan Peribadatan Umum, maupun Industri.

Setelah ulasan singkat dari penerbit memperkenalkan si Brousson, buku ini diawali dengan pengakuan penulisnya mengenai bagaimana hingga kisah perjalanan yang menyoroti aspek – aspek yang kaya dari Batavia tersebut muncul. Dikupas dengan penuh selera imajinatif, jenaka, naif, namun kadang menyentuh, tema – tema itu disusun dengan cerdik, memperlihatkan dengan jelas bentuk – bentuk gegar budaya mahadahsyat seorang Tentara Muda Belanda sejak ia masih di Amsterdam, kemudian menjajakan kaki di Tanjung Priok disusul dengan pengalaman – pengalaman mengesankan selanjutnya. Usaha pembaca mengoptimalkan seluruh pancaindera demi merasakan nuansa tempo doeloe mulai kehidupan di tangsi militer hingga pernak – pernik keunikan Batavia yang tak boleh terlewatkan, Kali Ciliwung yang sulit dipercaya, Glodok yang begitu hidup dengan pecinannya, tempat –tempat ibadah dan pelesiran Batavia yang kosmopolitan di abad baru, jelas dengan demikain dapat terpenuhi.

Selain 10 tema yang menyoroti aspek kehidupan sosial – kemasyarakatan yang lengkap (militer, jaringan pos, transportasi, perhotelan, dunia hiburan, seni budaya di tempat – tempat paling menarik di Batavia), buku ini juga dilengkapi dengan halaman penutup mengenai catatan perjalanan sebagai bahan bacaan dan paduan wisata (hal 135) sehingga membuat buku ini berguna untuk panduan wisata Batavia masa silam. Apalagi di bagian akhir buku ini disediakan indeks (hal 146 – 150) yang memungkinkan pembaca memilih sendiri objek yang menjadi perhatiannya.

Lalu, bagaimana menempatkan buku ini ? Melihat ideologi harian yang memuat tulisan tersebut serta mengingat sang penulisnya, kisah perjalanan yang dihasilkan sebagai suatu produk kolonial yang subjektif, merefleksikan suatu proses perkembangan dari pengakuan atas wilayah Hindia Belanda (dalam hal ini Batavia) secara politik ke arah ekonomi serta penguasaan militer ke arah budaya. Sampai akhir abad ke-19, Pemerintah Kolonial Belanda mencoba berbagai cara untuk menghentikan dorongan – dorongan orang mengunjungi “ tropical Holland ” sehingga representasinya di dunia internasional begitu buruk. Di media masa internasional saat itu berita mengenai Hindia hanya dipenuhi oleh cerita tentang wabah epidemik, meletusnya gunung berapi, amuk, santet, dan perang antarpenduduk. Hampir tak pernah ditemukan berita mengenai tempat yang menarik di Hindia. Fenomena ini mulai berakhir sejalan dengan munculnya dorongan kuat perkembangan pariwisata modern sesudah Revolusi Industri di Inggris akhir abad 19, di mana arus kedatangan orang Eropa dan Amerika ke tanah – tanah jajahan tak bisa lagi dibendung.

Buku ini, mengingatkan kisah perjalanan yang tercipta antara tuan rumah dan sang tamu dalam konteks budaya populer jelas penuh sisi humanis dan kaya nuansa. Buku ini kiranya dapat digunakan oleh sejarawan budaya dalam upaya pemahaman atas proses – proses di mana bentuk – bentuk tradisional dan ingatan bersama kolonial. Meskipun cara pandang yang sangat colonial yang kadang tak adil (bila dibandingkan dengan, misalnya, cara pandang kalangan pribumi atau non – Belanda), penjelasan – penjelasan mengenai sang “ Ratu di dunia Timur ” bernama Batavia di buku ini jelas dapat mengobati kerinduan atas pengalaman khas nostalgik masa kolonial yang pupus sejak kota ini berganti nama menjadi Jakarta.

Akhirnya, meskipun kita harus meminjam mata Brousson yang sesungguhnya sarat dengan ideologi Kolonial dalam kunjungan kita ke “negeri lain” bernama Batavia seperti tampak pada lembaran kecil ini penting karena menggambarkan situasi dan aspek – aspek kehidupan di pusat administrasi pemerintahan dan komersial Hindia Belanda awal abad lalu, yang di sana – sini masih memperlihatkan kesamaan dengan masa sekarang. Itulah sumbangan utama buku ini: memperkaya koleksi buku kita mengenai sejarah kota – kota di Indonesia masa Kolonial.
(kompas, 28 Maret 2004)

Rabu, 31 Maret 2010

Pengumpulan Data

Tugas Interview.
Topik : Fenomena bahasa “Alay” di pergaulan masa kini.
Narasumber : Rizki Ekawaty
(Mahasiswi smstr VI Univ.Indraprasta PGRI Jur.Bahasa dan Sastra Indonesia)


T : Sesuai dengan topik wawancara kita, saya ingin menanyakan tentang bahasa yang sekarang ini sedang ramai dipakai atau digunakan oleh para remaja sekarang, contohnya bahasa “Alay”. Menurut kamu, sebagai seorang mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia bagaimana pendapat kamu mengenai bahasa “Alay”?

J : Menurut saya mengenai bahasa “Alay” itu sendiri adalah bahasa yang awal mulanya hanya untuk seneng – seneng saja. Bahasa “Alay” biasanya digunakan pada penulisan SMS, status Facebook, twitter dan sosial networking lainnya.

T : Dengan hadirnya bahasa “Alay” tersebut, dapat merusak citra bahasa indonesia itu sendiri tidak?

J : Iya pasti..karena bahasanya tidak sesuai dengan kaidah EYD.

T : Berhubung anak sastra indonesia, bahasa yang digunakan sehari – hari juga menggunakan kaidah EYD?

J : Sebenarnya Bahasa itu sendiri bersifat fleksibel. Pemakaian bahasa sehari – hari dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, situasi dan kondisi, formal dan informal, dan kepada siapa kita sedang berbicara. Kita tidak mungkin berbicara layaknya dengan teman kepada orang yang lebih tua dalam artian mungkin dosen atau dengan orang tua.

T : Pernah menggunakan bahasa “alay” juga kalau sms-an?

J : Tidak.. karena tidak efisien.

T : Sebenarnya, bahasa “Alay” itu salah ga sih?

J : Sebenarnya bahasa “Alay” atau bahasa apapun tidak salah untuk digunakan, tergantung kepada lawan yang diajak bicaranya. Kalau dia mengerti berarti sah – sah saja.

T : Kalau ada teman yang menggunakan bahasa “Alay” kepada anda, apakah anda mengerti dengan apa yang dibicarakannya?

J : Mungkin sedikit banyak mengerti. Tapi ribet. Karena kan, semua huruf vokal diganti dengan angka, huruf besar kecil, disingkat – singkat.

T : Oke..pertanyaan terakhir. Peranan anda sebagai mahasiswi sastra indonesia dalam menghadapi bahasa “alay” yang sedang nge-trend ini?

J : Hal yang paling utama adalah dimulai dari diri sendiri. Kita jangan meniru atau menggunakan bahasa tersebut dimana dan kepada siapapun. Mungkin, jika kita memiliki teman yang telah menggunakan bahasa “alay” tersebut, kita bisa menegur secara sopan agar menggunakan bahasa yang baik dan benar.



Kesimpulan:

Fenomena bahasa “Alay” telah banyak digunakan oleh kalangan anak remaja masa kini. Alay sendiri merupakan kepanjangan dari Anak LAYangan, ALah lebAY dan semacamnya. Ciri - ciri dari orang Alay tersebut menulis dengan menggunakan bahasa plat nomor. Jadi didalam suatu kata terdapat huruf dan nomor.Selain menggunakan bahasa plat nomor, huruf besar dan kecil diletakkan semaunya. Pada umumnya orang yang menggunakan bahasa Alay ini adalah remaja yang ingin dianggap tenar, beken atau yang sekarang lebih dikenal dengan narsis.

Dampak bahasa indonesia dari bahasa alay tersebut antara lain, Bahasa alay akan merusak remaja kita. Lama-kelamaan hanya akan ada bahasa ini dalam perbendaharaan bahasa mereka. Bahasa Indonesia hanya akan dipakai di pelajaran bahasa Indonesia saja, setelah itu, kembali lagi ke bahasa gaul. Mereka tidak akan mempelajari bahasa Indonesia lebih jauh lagi. Kebiasaan ini bisa saja menjadi sebuah trend di kalangan remaja, dan tentu saja, merusak generasi kita dan selanjutnya. Dampaknya untuk bahasa kita. kalau remajanya saja sudah tidak berniat untuk melestarikan bahasa Indonesia –tapi mau melestarikan bahasa baru—bagaimana dengan generasi kita selanjutnya ? pastinya akan ada degradasi bahasa. Kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar pun akan semakin dilupakan, pembenahan bahasa yang sampai saat ini masih dilakukan pasti bakal terhambat. Bahasa alay yang banyak memunculkan kontroversi juga akan berdampak bagi kehidupan sosial kita, sampai pada bangsa kita. Seperti yang kita ketahui, sebuah pertentangan pasti akan memisahkan suatu kelompok menjadi dua kubu. Sebenarnya semua akan baik-baik saja kalau kita bisa menyikapi segala perbedaan dengan dewasa. Tapi seperti yang kita tau juga, tidak semua dari kita bisa bersikap demikian. Kenyataannya, sudah ada perpecahan mengenai bahasa di kalangan masyarakat kita.

Jadi, sebagai penerus generasi kita harus menjaga bahasa kita dengan tidak menggunakan bahasa Alay tersebut oleh siapapun , kapanpun dan dimanapun. Kita harus menerapkannya dimulai dari diri sendiri.

Contoh Kutipan

Kutipan Langsung:


“setiap syair yang kau lantunkan akan kuhapal dalam ingatanku: hatiku akan menjadi gelas piala bagi anggur kata – katamu yang manis, sebuah peti harta untuk permata-permata kearifanmu.”

(Nizami, Laila Majnun, 2007, Hal.228)



Kutipan tidak langsung:

Tanda dengan simbol dianggap berada pada dua bidang pembahasan berbeda. Tanda adalah bagian dari dunia fisik, sedang simbol adalah bagian dari dunia makna manusiawi (Cassirer 1979: 31-32).

Minggu, 28 Maret 2010

Contoh paragraf Deduktif dan Induktif

Deduktif adalah paragraf yang memiliki gagasan utamanya berada di bagian awal paragraf.


Contoh Paragraf Deduktif :

Daya tarik utama film adalah cerita, pemeran, sutradara, kemudian unsur teknologi yang digunakan di dalamnya. Tiga hal pertama – cerita, pemeran, dan sutradara – pada kenyataannya dapat bertukar tempat sesuai tren. Seringkali, kehadiran pemeran dalam film menjadi penanda bermutunya film itu. Demikian juga dengan nama sutradara yang berkaitan langsung dengan mutu hasil kreativitas.



Induktif adalah paragraf yang memiliki gagasan utamanya berada diakhir paragraf.

Contoh paragraf Induktif:

Dengan menghibur dan membuat penonton tertawa, tanpa sadar mereka menggelitik dan menggali bawah sadar penonton untuk mengungkapkan apa yang tidak berani mereka nyatakan secara terus terang. Jangan lupa, komedi mereka dimainkan ketika golongan agama dan bangsawan sangat berkuasa. Saat itu, para penonton kalangan atas pun ternyata sering merasa terhibur dan baru sesudahnya mereka menyadari bahaya pengaruh yang mengacam kelanjutan kekuasaan mereka. Para penulis komedi itu, termasuk marivaux, memiliki andil dalam demokratisasi cara hidup dan bernalar.



Resensi : Kiftiawaty Sulistyo, Buku Pintar UN Bahasa Indonesia SMA, Penerbit Media Pusindo, Jakarta, 2009.

Kamis, 31 Desember 2009

Bahasa Indonesia

FILSAFAT ADA
BAB I

Apakah Filsafat ADA itu? Apa pula wataknya?
I. Uraian mengenai ada, sedang ada, ada dan ajaran ada.
1. Ada = Esse
2. Sedang ada = ens
3. Ajaran ada


II. Apakah sebenarnya filsafat umum itu?
1. Abstraksi pada umumnya
2. Tiga tingkatan abstraksi formal
3. Pandangan terhadap ada
4. Suatu yang rumit timbul
5. Pembatasan dari apanya filsafat ada umum


III. Sifat-sifat dari filsafat ada umum
1. Penyeluruh = meliputi apa saja
2. Mutlak
3. Agung


IV. Nama dari filsafat ada umum
1. Filsafat pertama atau theological
2. Meta fisika
3. Ontologi atau ajaran


V. Garis-garis besar dari filsafat – ada-umum

BAB II
Struktur ADA
I. Masalah dan pemecahannya
1. Masalah
2. Pemecahan pertama : Tiada menjadi hanya ada
3. Pemecahan kedua : Tiada ada hanya menjadi
4. Pemecahan ketiga : Pemisahan antara ada dan menjadi
5. Pemecahan keempat : Pemersatu antara ada dan menjadi


II. Aktus dan potensia
1. Asal mula Aktus dan potensia
2. Uraian dan pembagian potensia
3. Uraian dan pembagian Aktus
4. Perbedaan sebenarnya antara Aktus dan potensia
5. Perubahan bersiratkan Aktus dan potensia
6. Keterbatasan bersiratkan Aktus dan potensia
7. Banyak bersiratkan Aktus dan potensia
8. Susunan yang terdiri dari Aktus dan Potensia
9. Aktus dan potensia sebai bagian dari ada


III. Hakekat dan ada
1. Ada sebagai kesempurnaan
2. Membatasi (verpeking) dan memperbanyak (verveelvondiging) dari ada
3. Essensia dan Eksistensia
4. Sifat dari bersatunya Essensia dan Eksistensia
5. Keberatan terhadap perbedaan sebenarnya antara hakekat dan ada
6. Penentuanisi dari hakekat (kenyataan yang sungguh)
7. Penyungguhan dari hakekat
8. Kesungguhan dari hakekat yang tidak tersungguhkan
9. Sifat dari keintian hakekat


IV. Bahan dan Bentuk
1. Ada banyak hal dan kesempurnaan jenis antara yang satu dan yang sama apabila hakekat mereka terdiri dari Aktus dan Potensia
2. Tidak memungkinkan perubahan hakekat kecuali hakekat (itu) terdiri dari Aktus dan Potensia
3. Pada hakekatnya Aktus dan Potensia memikul nama – bentuk inti dan bahan pertama
4. Bahan pertama
5. Bentuk inti
6. Bersatunya bahan dan bentuk
7. Keputusan
V. Ke – diri – sendirian (selfstandingheid) dan (hal-hal) ke – tambah – an (bykonstigheden)
( Substansia dan Aksidensia )
1. Mungkin perubahan tambahan dalam ada terbatas apabila terdiri dari substansia dan aksidensia
2. Mungkin aktus dalam relitas yang terbatas ada apabila ia terdiri dari substansia dan aksidensia
3. Perbandingan antara substansia dan aksidensia
4. Ke – berada – an dalam aksidensia – aksidensia di dalam substansia
5. Keadaan
6. Hubungan – hubungan
7. Substansia sebagai dari ada sendiri


VI. Sedang – Ada – Sendiri ( het selfbestaande) dan persona (diri sendiri)
1. Pengertian tentang sedang – ada – sendiri
2. Sifat – sifat dari sedang – ada – sendiri
3. Sedang ada sendiri dan bahagian – bahagiannya
4. Perbedaan antara sedang – ada – sendiri dank e – ada – sendirian – an atau alamnya
5. Apa yang membuat sedang – ada sendiri – itu ada – sendiri ?
6. Persona
7. Perbedaan dalam masing – masing ada – sendiri

BAB III

Inti dari sedang – Ada

I. Abstraksi dari ada
1. Abstraksi dari yang sebenarnya
2. Abstraksi yang tidak sebenarnya
3. Ens tidak sebenarnya membiarkan diri untuk abstraksi yang sebenarnya
4. Abstraksi yang sebenarnya dari Ens


II. Kontraksi dari Ens
1. Apa itu kontraksi ?
2. Kontraksi dari penambahan yang sebenarnya
3. Kontraksi melalui penjelasan pengertian
4. Konstraksi dari Ens
5. Ens bukanlah pengertian jenis yang tertinggi


III. Analogi dari ens
1. Milieu dari analogi
2. Analogi yang sebenarnya
3. Analogi yang sebenarnya dari Ens
4. Analogi pengakuan (analogi perbandingan)
5. Analogi perbandingan dari Ens
6. Konklusi



IV. Hukum – hukum dari inti Ada / realitas (devezenswettenvan het ziynde)
1. Hukum identitas dan hokum individualitas
2. Hukum pertentangan
3. Hukum dari tertutupnya kemungkinan ketiga
4. Hukum tentang sebab yang cukup


BAB IV
Sifat – sifat ADA


I. Manakah “SIFAT – SIFAT” ADA ?

II. Satu
1. Satu sebaga sifat dari semua ens
2. Banyak
3. Macam – macam satu
4. Identitas dan perbedaan


III. Benar
1. Macam – macam arti dari kebenaran (benar)
2. Benar sebagai sifat dari semua ada
3. Ketidak benaran atau kepalsuan
IV. Baik
1. Kebaikan sebagai sifat dari semua ada
2. Hakekat kebaikan
3. Yang baik dan nilai
4. Kejahatan


V. Indah
1. Inti keindahan
2. Keindaha sebagai sifat ens dari semua ens


BAB V
Sebab – sebab dari ADA
I. Inti sebab
1. Prinsip atau dasar
2. Bermacam – macam cara dari dasar – ada
3. Dasar mengenal atau alasan (rasio)
4. Dasar ada atau sebab
5. Macam – macam cara sebab
6. Analogi sebab


II. Sebab bahan dan sebab bentuk
1. Sebab bahan
2. Sebab bentuk
3. Ke – sebab – an timbale balik dari sebab – sebab dalam


III. Sebab pembuat
1. Inti sebab pembuat
2. Hokum – inti dari sebab pembuat
3. Macam – macam cara sebab pembuat
4. Sebab alat
5. Realitas dari sebab pembuat


IV. Sebab tujuan
1. Inti sebab tujuan
2. Macam – macam cara sebab tujuan
3. Dasar finalitas atau dasar tujuan
4. Sebab timbale balik dari sebab – sebab luar

Nama kelompok :
1. Indri Mariska
2. Kiki Irwanty
3. Melinda
4. Putri Ayu Nur Wijayanti
5. Titis Wahyu
BAB V
KASUS
DI PUSAT BIMBINGAN DAN PENYULUHAN


1. Pertemuan Dengan Kasus
Sesuai kulaih “ Dasar – Dasar Bimbingan dan konseling pertengahan bulan Desember 1984. Dimana dibahas masalah konflik in autentik, dengan ditemani oleh seorang kawan putrinya Seorang Mahasiswi memberanikan diri mendekati saya dnegan permintaan agar saya bersedia berbicara sebentar dengan dia.”
Permintaan ini saya kabulkan, lalu kami mengambil tempat yang agak sepi dan mulai melakukan dialog. Saya sama sekali tidak mengira bahwa sang mahasiswi akan menyampaikan masalah pribadinya yang ternyataada kaitannya dengan bahan kuliah antara lain pertemuan manusiawi dan masalah konflik in autentik dimana ada imposisi norma - norma “Iuran” kepada seseorang, sedangkan orang yang bersangkutan merasa terbelenggu dalam dosa akibat ketidak mampunya merealisir atau mengaktualisir norma –norma eksternal yang dicekokan kepadanya .
2. Identifikasi Kasus
A. Data Pribadi :
Nama : N.
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 1975
Jenis Kelamin : Wanita/Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Asal : Padang
Pendidikan :
a. SAA (Sekolah Asisten Apoteker)
b. Mahasiswi Jurusan Kimia, IKIP,
Tingkat ....................................
Pekerjaan : Asisten Apoteker di salah satu apotek Jakarta.
B. Data Keluarga
Nama Ayah : Prof. Mr. N
Tempat/Tgl.Lahir : Meninggal tahun 1968 dalamusia 61 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Pendidikan : Universitas Van Leiden negeri Belanda
Pekerja : Penasihat Mentri Dalam Negeri
Nama Ibu : Ny. N.
Tempat/Tgl.Lahir : 57 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Jakarta
Pendidikan : Setaraf S.M.A di Zaman Belanda
Pekerja : Ibu Rumah Tangga
C. Susunan Anggota keluarga : Anak- Anak
1. Laki – Laki 40 Tahun
2. Laki – Laki 38 Tahun
3. Perempuan 36 Tahun
4. Laki – Laki 34 Tahun
5. Perempuan 30 Tahun
6. Laki – Laki 29 Tahun
7. Perempuan 28 Tahun (kasus)
8. Laki – Laki 21 Tahun
Semua anak sudah bekerja kecuali adik bungsu. Semua anak sudah berkeluarga kecuali KASUS dan adik bungsunya.
D. Keadaan Keluarganya
- Kasus Tinggal bersama Ibunya.
- Rumah adalah milik pribadi orang tua.
- Kasus mempunyai kamar tidur sendiri dan kamar belajar/bekerja sendiri.
E. Riwayat Hidup
1. Lingkungan
1.1 .Sejak kecil tinggal bersama kedua orang tua dan kakak - kakak + adik.
1.2 .Kasus dekat dengan ayahnya, juga dengan Ibunya.
1.3 .Hubungan Kasus dengan saudara-saudaranya biasa.
1.4 .Kasus merasa kehilangan sewaktu ayahnya meninggalkannya pada usia 11 tahun
1.5 .Sejak kecil Kasus berkenalan – berkawan baik dengan x anak kakak ibunya.
2. Keadaan Kesehatan
Tidak mendapatkan gangguan kesehatan fisik yang berarti.
F. Tingkah Laku Kasus selama wawancara
Pada waktu pertemuan pertama kelihatannya Kasus merasa sangat berat mengungkapkan masalah. Ia hampir menangis Sesudah diam beberapa saat diungkapkannya juga masalahnya. Karen saya mendengarkanya secara sungguh – sungguh dan menunjukkan sikap mau memahaminya maka pembicaraan mulai lancar. Dalam pertemuan kedua ( 7 Januari ) omongannya sangat lancar dan terbuka.
G. Penemuan/Pengumpulan Data
Data ditemukan/dikumpulkan dari :
Cerita/ungkapan pribadi Kasus Wawancara .
H. Hasil Peemuan/Pengumpulan Data
Masalah yang dihadapi Kasus berintikan konflik nilai, sikap dan tindakan antara dirinya sendiri dan ibu kandungnya.
Suatu konflik inautentik
Beginilah konfliknya :
Sejak kecil kasus berkawan dengan sepupu ( anak pria putra paman i.c. kakak kandung ibu ) yang bernama X.
Anak manusia makin hari makin menumbuh, berkembang, membesar dan ........ perlahan tapi pasti kawan BERUBAH menjadi pacar, sejalan dengan ucapan filsup Herakleitos PANTA BHEI (semuanya mengalih) ; waktu berubah, semua berubah dan anak manusia berubah bersama waktu itu. Maka, BERPACARAN habis-habisanlah kedua makhluk yang bersamaan Genus dan berlawanan spesies itu Rousseau tidak akan menyahkan tindakan berpacaran yang memang tuntunan alam kodrat. Lain Rousseau lain ibu kasus. Mula – mula Berdasarkan Einfuhlung atau Intuisi, Lambat laun Berdasarkan gejala tak terelakan Ibu kasus sampai pada keyakinan dan Kepastian yang menyakitkan hatinya ternyata puterinya yang bungsu berpacaran dengan anak kakak kandungnya si X. Ibu melarang keras kelanjutan pacaran ini . Dengan alasan yang pertama : X adalah anak kandung dari paman kandung (menurut adat Minang tidak ada larangan kawin dengan anak paman). Kedua : Si X itu adalah anak dalam keluarga yang berantakan yakni ayah dan ibunya bercerai.
”Dan ...” teriak ibu, ”buah jatuh tidak jatuh dari pohonnya, pasti si X akan mengikuti bulat-bulat contoh buruk ayah dan ibunya”. Meskipun ibu tegas melarangnya tetapi karena didorong oleh desakan dari dalam kasus main pacaran belakangan. Sesudah ”main belakang” lama kasus merasa berdosa terhadap ibu lalu memberanikan diri memohon restu ibu untuk menikah . Ibu kembali marah. Hingga taraf ini si X menarik diri dan untuk beberapa lama berhenti berpacaran dengan harapan pernikahan kelak direnungkan . Waktu terus berjalan si X menunjukkan batang hidungnya lagi dan pacaranpun dimulai lagi dengan intesitas yang lebih tinggi malah. Dan susah untuk dipisahkan.
Kesimpulan
Masalah yang dihadapi kasus dengan ibu tidak terselesaikan.
Kasus berani mengkonstartir bahwa ia sedang berada dalam suasana konflik nilai.
Dalam situasi konflik ini ia harus berdiri di pihak nilai autentik untuk berhadapan dengan nilai inautentik.

KONSELING EKSISTENSIAL


Pertemuan manusiawi sebagai wadah konseling eksistensial.

Apabila kita ingin memahami apakah sebenarnya konseling itu, maka berdasarkan metode Fenomenologi, kita akan melihatnya sebagai PERTEMUAN MANUSIAWI (Human encounter). Apakah sesungguhnya pertemuan manusiawi itu? Suatu pertemuan manusiawi yang auntentik selalu mengandung arti bahwa saya, sekurang – kurangnya selama beberapa saat HADIR SECARA TOTAL pada SEORANG. Jadi pertemuan manusiawi mengandung arti bahwa saya mengambil bagian dalam eksistensi orang lain itu, dalam hidup orang lain itu, dalam cara keberadaannya di dunia.
Suatu pertemuan manusiawi sedemikian bisa muncul sebagai suatu hadiah yang tak tersangka – sangka dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya saya duduk di samping seorang yang belum saya kenal. Kami mulai omong – omong tentang soal – soal harian yang ringan. Orang itu menceritakan kepada saya tentang keluarganya, bahkan pengalaman pahit yang dialaminya. Hatiku tergerak untuk melayani dia dengan sesuatu cara yang melebihi formalitas. Orang itu seolah - olah membuka tabir sosialnya, ia mengundang saya memasuki tempat suci dari kehidupan batiniahnya. Kami merasakan dan mengungkapkan suatu realitas baru. Apakah realitas baru itu? Apakah hubungan baru atau vital ini. Apakah ciptaan hubungan yang tiba – tiba ini?
Sesuatu yang sungguh – sungguh real telah timbul diantara kami, kami saling memberi perhatian (Concern), ada kontak batin diantara kami berdua.
Kadang – kadang pertemuan yang singkat, ucapan terima kasih sudahlah cukup melahirkan pengalaman hubungan tersembunyi antara dua manusia dan melalui kata –kata demikian kedua insan tersebut saling menemukan kepribadian masing – masing.
Apabila kita perhatikan baik – baik fenomena atau gejala pertemuan demikain itu, akan kita sadari bahwa “PENGALAMAN KITA” yang muncul itu mempunyai arti yang sangat dalam. Di dalam suatu pertemuan sejati, kita alami bahwa kita memberi pelayanan satu terhadap yang lain.
Ada lagi satu perbedaan antara “Pengalaman kita” dan pertemuan rutin yang kita lakukan dengan manusia – manusia lain. Tiap orang mempunyai kualitas – kualitas objek sendiri. Apabila secara kebetulan bertemu dengan seseorang dalam masyarakat saya cenderung untuk mengkategorisasikan dia dengan cara meredusir seluruh keberadaannya kedalam sifat – sifat umum yang bisa dikatakan tentang siapa saja. Tetapi pengalaman pertemuan sejati ini membuat semua kualitas itu mundur kelatar belakang atau menciut dan tidak berarti. Apabila saya sudah meredusir dia kedalam kualitas – kualitas lahiriyah itu maka antara kami sudah tidak akan tumbuh pertemuan sejati. Reduksi dari pribadi yang unik itu kadalam beberapa kualitas objektif dan yang dapat diukur memustahilkan pertemuan manusiawi. Hal demikian memustahilkan konseling. Pertemuan manusiawi adalah “jantung”nya psikoterapi, dasar perubahan dan pertumbuhan. Pertemuan manusiawi adalah kesembuhan dalam arti yang sedalam – dalamnya.
PERTEMUAN TERAPEUTIK YANG AUTENTIK
Ada banyak situasi dimana termanifestasikan perjumpaan manusiawi yang sebenarnya, dimana ada perhatian dan pengertian tetapi tidak bersifat terapeutis. Bilamana suatu perjumpaan manusiawi bersifat terapeutis? Kondisi – kondisi manakah yang memungkinkan perjumpaan manusia terapeutis?
Perjumpaan manusiawi terapeutis berlangsung bila saya merasa terlibat dalam kehidupan pribadi orang lain sehingga saya merasa terpanggil atau berkewajiban untuk memberi JAWABAN terhadap suatu PERMINTAAN (appeal) orang lain itu dan orang itu mengatakan bahwa dia memerlukan saya secara sangat PRIBADI, dalam beberapa taraf kehidupan dan perkembangannya.
Perjumpaan manusiawi terapeutik menuntut kehadiran saya secara penuh dalam diri klien yang memanggil saya. Panggilan atau permintaan dari suatu pribadi secara menyeluruh harus dijawab dengan KEHADIRAN dari seorang pribadi secara menyeluruh pula. Sesuatu yang kurang dari itu berarti penghianatan terhadap permohonan klien yang bersangkutan, dan hal ini merupakan pelolosan (escape) dari pada memberikan diri sendiri bagi orang lain dalam rangka penjumpaan manusiawi yang bersifat terapeutik. Untuk dapat memberikan kesembuhan diperlukan kehadiran konselor secara total dalam diri konseli.
Nama kelompok :
1. Indri Mariska
2. Kiki Irwanty
3. Melinda
4. Putri Ayu Nur Wijayanti
5. Titis Wahyu

Minggu, 27 Desember 2009

Cerpen 3

UJANG

Harusnya aku membuat cerita pendek saja biar tulisanku setidaknya ada yang selesai.Susah sekali untuk konsisten.Satu judul novel pun belum ada yang rampung. Bahkan sebenarnya belum banyak juga judul cerita pendek yang kuselesaikan.Aku belum berusaha cukup keras.Itu kesimpulan terbaiknya.
Mungkin memang benar kata Ujang.
Menulis itu tidak butuh berpikir.Tulis saja semaumu,lalu edit belakangan.
Bagaimana aku bisa percaya pada anak kecil dekil yang setiap hari dari pagi sampai petang selalu membawa sebuah kantong plastik yang sangat besar dengan sebuah tongkat bengkok dari besi dan pergi berkeliling perumahan sambil mencari sampah.Ujang si pemulung,aku memanggilnya begitu.Bahkan mungkin Ujang sendiri tidak tahu apa arti kata ‘edit’ yang di ucapkannya.Memegang komputer saja tidak pernah.

Tahun lalu saat mengikuti pertandingan tujuh belas Agustusan,Ujang berhasil menjadi juara ketiga lomba balap karung di RT-nya.Lututnya lecet saat bertanding karena terjatuh tapi wajahnya begitu senang walau hadiah yang diterimanya hanya dua buah buku tulis tipis,sebuah pensil kayu dengan tulisan 2B di salah satu ujungnya dan karet penghapus merek Pamer Kastil seharga seribu perak saja.Saat ia meraut pensil itu dengan serutan milikku yang dipinjamnya,aku tahu bahwa tulisan itu berbohong.Ujung pensilnya lunak dan tidak begitu nyata saat dipakai menulis,Ujang harus menekannya agak keras supaya tulisannya terbaca.Pastilah itu sebenarnya pensil HB.

Ujang dan aku sama-sama senang menulis cerita.Tapi aku menyimpan cerita-ceritaku,yang jarang tamat,dalam bentuk byte di dalam laptop pemberian Papa.Kalau Ujang,ia menyimpannya di dalam dua buah buku tulis hadiahnya tahun lalu.Buku itu semakin usang dan sudah mau habis halamannya.Pensil 2B palsu miliknya juga sudah pendek,panjangnya kira-kira tinggal seukuran jari telunjuk.Tapi hebatnya Ujang,sekali dia mulai menulis cerita maka dia akan selalu menyelesaikannya dan saat akan memberikan judul,Ujang selalu datang padaku dan memintaku memeberikan sebuah judul.
Kubilang padanya supaya membeli pensil baru saja dan juga sebuah penghapus baru karena penghapus miliknya sudah hilang entah dimana.Ujang biasanya menyelipkan buku,pensil dan penghapusnya ke kantong belakang celananya tapi suatu hari ia tidak berhasil menemukan penghapus yang tadi pagi ia masukkan di kantong.Sekarang di ujung pensil pendeknya ada sebuah karet gelang yang di ikat dan berfungsi sebagai karet penghapus.Ujang nyengir saja saat aku mencibir melihat penghapus barunya.

Aku kembali menatap monitor plasma di depanku.Kosong.
Padahal lombanya di tutup dua hari lagi dan aku sangat menginginkan hadiahnya utamanya,kupon seharga satu juta rupiah yang bisa kubelikan mainan sepuasnya.Aku sudah berangan-angan untuk membeli boneka Barbie keluaran terbaru lengkap dengan aksesoris dan baju-bajunya yang asli.Papa memang pasti mudah saja memebelikanku tapi kali ini aku tidak ingin dibilang anak manja.Walau alasan sebenarnya adalah karena aku sudah terlanjur mendarftar sebagai peserta,aku sudah bilang sama papa bahwa aku akan mengirimkan karya terbaikku.Aku tidak mau papa tahu kalau anak perempuan kecilnya ini ternyata belum menulis apa-apa.Aku akan sangat malu.

Esok hari lomba akan ditutup dan aku belum menyelesaikan satu tulisanpun.
Aku terduduk di sebuah saung di ujung gang sambil menahan tangis.Bagaimana caranya bilang ke papa bahwa aku tidak bisa ikut lomba karena tidak punya cerita untuk dikirim.Padahal papa sudah mengatakan bahwa aku ini anak kesayangannya yang membanggakan,aku pasti akan mengecewakan Papa.Lalu bau sampah menusuk hidungku,Ujang duduk di sebelahku dan menatap wajahku.Wajah Ujang coreng moreng lalu tersenyum.
“Ceritanya belum selesai juga ya,Adinda ?”
“Belum,Jang.” Aku masih menunduk.
“Ya udah,jangan sedih ya.Tulisan yang bagus itu datangnya dari hati.”
“Tapi nanti aku malu sama Papa kalu nggak jadi ikut.Lagian aku udah keburu daftar.Atau,Jang,gimana kalau aku pinjam tulisan kamu ?? aku bilang aja itu tulisan aku.”
Ujang cemberut.”Tapi hadiahnya buat aku !”
Gantian aku yang cemberut tapi lalu Ujang tersenyum.
”Tau nggak apa yang paling penting dalam tulisan kamu ?”
Aku menggeleng.
“Kejujuran.Papa kamu nggak akan bangga walaupun kamu menang karena itu karya aku.Nanti papa kamu bangganya malah sama aku bukan kamu.Dan tulisan yang jujur akan terbaca bahkan oleh hati.”
Aku diam.Ujang si pemulung yang tidak pernah sekolah memiliki hati yang tulus sekali.Aku tidak tahu dari mana kata-kata indah itu berasal.Walaupun aku sering menghinanya karena dia bau dan kotor tapi ujang selalu bilang kalau aku ini temannya dan sehabis itu aku pasti langsung mencibir dan menghinanya lagi dan Ujang hanya akan tertawa..

Aku meminjam buku tulisnya yang berisis semua cerita pendeknya.Aku berjanji tidak akan mengirimkannya atas namaku.Aku punya ide lain.

Lalu kuberlari kerumah dan mulai menulis.Tak peduli,aku menulis apa yang kurasakan.Menulis dengan hati yag jujur seperti kata Ujang tadi.Tidak lupa mengetik cerita Ujang juga karena aku berniat mengikutsertakan Ujang dalam lomba.Tulisannya terlalu bagus jika hanya disimpan dalam buku tulis usang.
Setelah selesai aku lalu berlari ke kotak pos untuk mengirimkan cerita pendekku.Akhirnya aku menyelesaikan satu judul pertamaku dengan kejujuran. Terima kasih Ujang.
Bukan Ujang si pemulung tapi Ujang temanku.
Teman terbaikku.
Aku yakin jika sudah besar Ujang akan jadi penulis hebat.

Lalu aku kembali berlari ke rumah,memecahkan celenganku,mengumpulkan isinya dan memasukkannya kedalam kantong plastik lalu kembali berlari lagi,kali ini ke saung dimana tadi aku bertemu Ujang.Kutunggu ia sampai sore saat ia pulang.Saat Ujang datang aku menggandengnya dan mengajaknya berlari kearah toko buku terdekat.Membelikannya beberapa buku tulis dengan kertas yang tebal,pensil 2B yang asli dan karet penghapus yang baru dengan semua uang tabunganku.Juga sebuah tas kecil untuk menaruh semua peralatan tulisnya.Ujang sumringah.Begitupun aku.Senang rasanya memeberikan yang terbaik untuk temanku.

Dengan pemberianku Ujang akan menulis dan melahirkan karya-karya kejujurannya yang sangat indah.

Dan cerita ini kukirimkan juga dengan penuh kejujuran dari hati agar bisa memberikan kebanggaan untuk Papa dan Ujang,sahabatku.

Cerpen 2

Mbak Ti

Mbak Ti baru saja datang dari kampung kemarin dan rencananya mau nginep dua minggu di Jakarta.Kiran merasa senang karena bertemu lagi dengan kakaknya itu yang dari kecil tinggal sama kakek dan neneknya sedangkan Kiran tinggal dengan orang tuanya di Jakarta.Penampilan Mbak Ti sangat sederhana.Kalau pergi barulah Mbak Ti pakai codorai andalan yang itupun kebesaran.Sedangkan Kiran jauh lebih modis dari Mbaknya itu.Tadinya Kiran mau memanggil Mbak Ti dengan sebutan Kak Tika,sesuai dengan nama aslinya.Alasan lainnya adalah biar terdengar lebih kota.Tapi Mbak Ti nggak mau.
Hari ini mereka jalan-jalan ke Mall.Belanja,main di game center dan mencoba foto box yang tadinya Mbak Ti nggak percaya kalau ruangan sekecil itu untuk tempat foto-foto.Dipikirnya kotak itu adalah telepon umum atau semacamnya.Kiran sampai tertawa terbahak-bahak.Ia menganggap keluguan kakaknya adalah hal yang lucu.Sesampainya dirumah,Kiran memajang foto-foto mereka tadi di pigura dan diletakkan di meja kecil sebelah tempat tidur.
Hari ini Mbak Ti ingin memberi kejutan pada Kiran.Ia datang ke sekolah Kiran untuk membawakan makanan buatannya yang paling disukai Kiran,combro.Sesampainya disekolah ternyata sedang waktu istirahat dan Kiran sedang berkumpul dengan teman-temannya.Melihat Mbak Ti datang,Kiran lalu cepat-cepat memisahkan diri,menghampiri Mbak Ti.
“Ngapain kesini,Mbak?” Tanya Kiran cepat.
“Mbak bawain combro buat kamu,kan kamu suka.” Mbak Ti menyodorkan kotak makanan.Kiran memutar bola mata dan mendorong kotak makan itu.
“Bawa pulang aja!” jawab Kiran cepat dan langsung pergi ke teman-temannya yang lalu berbisik-bisik menayakan sesuatu pada Kiran yang di jawabnya dengan gelengan cepat.
Pulang sekolah,teman-teman Kiran datang kerumah dan bermain di kamarnya.Salah satu temannya melihat foto Kiran dan Mbak Ti saat photo box.
“Ini lo sama siapa Ran?ini yang tadi kesekolah kan?” Tanya Rani,temannya.
“Iya,itu Mbak Ti.”
“Kok foto pembantu lo pajang di kamar?” Kiran diam saja.Ia tidak tahu kalau Mbak Ti baru saja mau masuk ke kamar mengantarkan minum.
“Iya gak apa-apa kan gue foto sama pembantu.” Jawab Kiran tiba-tiba. Ada rasa gengsi saat Kiran mengucapkannya.Mbak Ti ternyata mendengar jawaban Kiran,lalu urung masuk dan kembali ke dapur dan menangis.Esoknya Mbak Ti bilang mau pulang ke kampung.Kiran tidak tahu mengapa.
Dua hari kemudian barulah Kiran merasa kehilangan Mbaknya itu.Ia mulai merasa bersalah akan kata-katanya walaupun ia menyangka Mbak Ti tidak mendengarnya.
Kiran memandangi fotonya dan Mbak Ti saat di foto box,matanya berkaca-kaca menahan tangis karena rindu dan perasaan bersalah.Dibaliknya ternyata Mbak Ti menuliskan sesuatu.
Kiran,Mbak Ti makasih sama Kiran udah ngajak jalan-jalan.Mbak Ti seneng banget Kiran mau baik sama Mbak.
Dan Mbak Ti membubuhkan smiley yang tidak rapi di akhir kalimat.
Air mata Kiran pun meleleh,menumpahkan semua rasa bersalah terhadap kakaknya yang lugu tapi berhati bersih itu.

Cerpen 1

30 Menit

Debu jalanan tidak lagi menggila.Jam orang pulang kerja telah lewat empat jam yang lalu.Kios soto melintang ditrotoar.Penjaga toko buah yang mengangguk-angguk menahan kantuk demi memperpanjang waktu malam agar buahnya tidak layu.Angkot baris-berbaris membuat shaf vertikal sempurna dengan kernet-kernet yang esok hari harus sekolah berteriak-teriak menyebut kode nomor angkot masing-masing.
Aku dan Ky berjalan berdampingan sepulang dari tempat belajar bahasa Inggris.Mereka menyebutnya tempat les,aku menyebutnya sekolah.
Tema.Selalu ada tema dalam setiap pembicaraan kami.Entah itu lawan jenis,baju,teman lama yang akan segera menikah hingga situasi dikelas tadi.
Ky saat ini sedang merasa ragu untuk berkenalan dengan seorang pria.Ia merasa malu.Wajar katanya dan kataku.Kami wanita.
Hingga pembicaraan sampai dimana aku dan Ky menuturkan pandangan masing-masing tentang sosok laki-laki idaman.
‘Kalo gue mau pacaran sama pria,bukan sama cowok.’
Kebetulan iklan dengan semboyan seperti itu memang sedang in.
‘Bukannya milih-milih tapi emang harus milih’
‘Emang sekarang lo lagi pengen punya pacar ya ?’
‘Iya.Tapi yang serius.’
‘Sama.’
Umurku hampir dua puluh kalau Ky baru saja berumur dua puluh.
‘Udah nggak bisa tuh yang namanya milih cuma karena orangnya asyik terus lucu terus supel.Harus seimbang juga otaknya.Jangan cuma bisa nasihatin aja.’
‘Mmm.Bener tuh.’
‘Yang ada sekarang selalu berat sebelah.Udah pengen sih tapi dalem hati bilang jangan dulu deh.Sabar dulu,sabar.Sebentar lagi juga dapet yang bener-bener pas.’
‘Iya emang.Musti sabar.’
Titik akhir kami zebra cross.Aku melirik.Timer lampu merah mendekati akhir.
‘Berapa detik lagi ?’
‘Dua satu.Sana gih kalo mau nyebrang.’
‘Ya udah gue nyebrang ya.Daaaah!’
Kami berpisah disitu.Masih sempat aku melihat kerudung hitam Ky sebentar lalu berjalan lurus menyusuri jalan raya yang lenggang.Sedotan air mineral kukulum-kulum hingga pipih.Desakan klakson yang panjang dan banyak di depan sana menandakan macet yang panjang sepanjang trotoar depan plasa.Semua angkot kosong.
05.
07.
06.
07 lagi.
02.
05 lagi.
02 lagi.
06 lagi..
02 lagi.
05 lagi.
02 yang ketiga ini yang menjadi keputusan terakhirku.
Kode 02 adalah angkot yang menuju rumah.Tidak ada alasan khusus yang membuatku memilih angkot 02 ketiga ini.
Isinya hampir kosong hanya ada seseorang duduk di pojok.Menyatukan dahi dan lututnya rapat-rapat dan menutupi kepalanya dengan handuk olahraga.Aku duduk di kursi yang paling dekat dengan pintu namun harus bergeser agak kedalam waktu seorang bapak naik.
‘Alhamdulillah.’
Sahutan pelannya membuatku tersenyum.
Sepanjang perjalanan,penumpang naik dan turun hingga yang paling eksis adalah aku,seseorang dipojok tadi dan seorang ibu beserta anaknya yang duduk tepat dibelakang supir.
Aku merapat ke pojok,menyandarkan bahu pada kaca belakang angkot dan tepat bersampingan dengan seseorang tadi yang masih betah memeluk lutut.Aku menoleh saja ke jendela.Menyamakan pandangan mata dengan kecepatan aspal yang lantas seperti trademill.
Tak lama seseorang itu bergerak.Dia hidup.Dan dia laki-laki ternyata.Kutebak umurnya tidak jauh dariku.Memakai blue jeans,bersendal jepit dengan kaos ungu.Wajahnya lusuh menahan kantuk.Posisinya berubah,menyandarkan bahu di jendela belakang persis seperti apa yang aku lakukan.Sempat selama setengah detik mata kami berpapasan.Dan aku seperti melihat seseorang yang belum pernah tahu bagaimana rasanya tidur.
Kusenderkan kepala ini ke jendela belakang.Kulirik laki-laki itu dan ternyata ia pun mengambil posisi demikian terlebih dahulu.Lantas aku melipat kaki kiri dibawah kaki kanan dan ia melakukannya juga.Kulihat tangannya terkait dipangkuan dan aku lantas melipat tanganku juga.Mata melirik ke jalanan.
Bosan.
Aku melirik sedikit ke arahnya.Posisinya masih persis sama sepertiku.Handuk olahraganya tersampir di bahu dan matanya menatap langit-langit angkot.
Dan pikiranku macam-macam.Terlalu kebetulan ataukah aku terlalu ambil pusing.
Namun bukannya tidak mungkin pria yang aku cari adalah laki-laki kecapekan yang berpose sama denganku ini.
Pikiran liarku kalah oleh unsur kebetulan semata.
Namun akhirnya pejalanan pulangku malam itu adalah menerka.Menerka apa yang dipikirkan oleh laki-laki kecapekan itu.
Seorang ibu yang membawa anak yang duduk dibelakang kursi sopir menatap kami bergantian.Sangat kentara sekali kerutan di tengah-tengah alisnya tanpa aku harus melihatnya.Menatap satu detik kepadaku dan satu detik lagi pada si laki-laki kecapekan.
Dan kami tidak peduli.Aku tidak peduli.
Tadinya ingin bergerak saja dari posisi diam yang merisihkan seorang ibu ini.Tapi aku geli sendiri.Memangnya kenapa harus bergerak.Kuputuskan untuk uji ketahanan.Kutebak si laki-laki kecapekan akan turun lebih awal dariku dan aku akan bergerak paling terakhir.
Tak lama si ibu turun.
Meninggalkan kami seperti penumpang eksklusive dengan posisi frustasi.
Kuterka dari posisi duduknya bahwa dia sedang capek.
Tapi posisiku pun sama sedangkan aku tidak sedang capek.
Kuterka dari raut wajahnya yang cemberut bahwa dia sedang banyak pikiran.
Tapi aku pun sedang cemberut namun tidak sedang banyak pikiran.
Ternyata memang tidak bisa dipukul sama rata begitu.
Kubuka tasku dan merogohnya untuk mengambil ongkos.Sejurus kemudian laki-laki itu bergerak merogoh kantong jeansnya.Ia berhasil mengambil perhatianku.
Kami bergerak berirama dan sejalan.
Aku merasa diikuti padahal pertamanya aku yang mengikuti.
Bosan lagi bermain pantomim.
Aku kalah oleh uji ketahanan yang aku buat sendiri.Aku bergerak kea rah pintu,mencari angin dan merasakannya di wajahku.
Tapi aku tak lantas kalah telak.Benar saja laki-laki itu turun lebih awal dariku.
Dan dalam perjalanan lima belas menit itu kami bertemu,tidak saling mengenal,tidak saling menyapa tapi kami berinteraksi.Aku menerka pikirannya dari gerak tubuhnya namun tetap tak terbaca karena tidak semua gerak tubuh bisa dipukul sama rata.
Aku tersenyum simpul pada diri sendiri.
Masih teringat perjalanan tadi.
Dan saat kaki telah kembali menapak di bumi.Kupacu cepat langkahku dua-dua.Sambil terus berusaha mengingat dan tidak sabar untuk mentransformasikan perjalanan malam ini dalam bentuk kode biner.

Kamis, 05 November 2009

Cerpen

Endless Love


Tidak tahu sudah berapa lama aku berdiri disini,di depan bangunan ini.Bangunan ini adalah rumah sakit di bilangan Jakarta Timur.Dan di rumah sakit itu ada seorang yang kukenal,namanya Mae.Saat ini Mae sedang dirawat intensif di dalam sana.Mae bersekolah di tempat yang sama denganku.Beberapa hari yang lalu Mae datang ke rumah sakit ini untuk menjalani therapy.Mae adalah satu-satunya sisiwi di sekolahku yang menggunakan kursi roda.Aku tidak mengenal Mae dengan baik,sama seperti aku tidak tahu kenapa dan sejak kapan ia menggunakan kursi roda atau kenapa Mae lebih memilih bersekolah di sekolah umum dan bukan di sekolah khusus.
Beberapa hari yang lalu,saat Mae datang ke rumah sakit ini ia bertemu dengan seseorang bernama Nugie.Secara kebetulan Nugie bersekolah di sekolah yang sama dengannya.Nugie pun tidak mengenal Mae dengan baik,ia hanya mengenal Mae dari jauh dan mengagumi Mae secara diam-diam.Mae memang tidak banyak bergaul,ia hanya berteman dengan teman-teman di kelasnya.
Nugie berada di rumah sakit ini karena tifus yang dideritanya selama dua hari belakangan.Hari itu,hari saat Mae datang ke rumah sakit bersamaan dengan keluarnya Nugie dari kamarnya secara diam-diam.Ia tidak betah hanya berada di kamar seharian.Dengan jarum infus yang masih melekat di tangannya dan tanpa mengindahkan kondisi tubuhnya yang belum pulih benar,Nugie berjalan berkeliling rumah sakit.Sampai di dekat bagian administrasi,ia melihat Mae bersama dengan seorang wanita,sepertinya ibunya.Tak lama di bagian administrasi Mae dan wanita itu beranjak menuju bangku tunggu di depan ruangan fisiotherapy.
Perasaan Nugie campur aduk.Ia merasa senang dan juga gugup.Ingin rasanya Nugie bergerak maju mengahampiri Mae dan mengajak berkenalan.Dimata Nugie,Mae adalah gadis yang tegar karena mengambil keputusan bersekolah di sekolah umum dengan kondisinya yang berbeda dengan temannya kebanyakan,maka itu Nugie mengagumi dan ingin mengajak Mae untuk berkenalan.Nugie mulai deg-degan,ia telah menunggu moment seperti ini selama hampir tiga tahun,tekadnya sudah bulat untuk berkenalan dengan Mae sebelum hari kelulusan tiba.Dan mungkin saat ini adalah satu-satunya kesempatan.Setidaknya jika ia harus merasa malu,hanya ada wanita itu daripada kalau di sekolah harus menahan malu di depan teman-teman,pikirnya.
Akhirnya ia berhasil mengumpulkan keberanian untuk berjalan kearah Mae.Tangannya menggenggam botol infuse erat-erat.Ia menggigiti bibirnya terus untuk mengusir jauh-jauh rasa gugup.Ia tidak mau mundur lagi seperti yang sudah sering ia lakukan di sekolah.
Nugie menarik napas panjang sebelum akhirnya mengulurkan tangan dan berhsil mengeluarkan suara.
“Hai…”
Sampai disitu suaranya terhenti.Untuknya mengeluarkan satu kata saja membutuhkan keberanian yang dikumpulkannya hampir tiga tahun ini.
Mae berpaling dan memandang Nugie dengan tatapan tidak ramah,begitupun wanita di sebelahnya.Melihat itu nyali Nugie menurun drastis namun masih bisa mempertahankan senyumnya.Wanita di sebelah Mae bangkit berdiri dan pergi ke toilet meninggalkan Mae bersama anak laki bersenyum aneh yang tidak dikenalnya.
“Apa gue kenal elo?” tanya Mae.
Tatapannya masih tidak ramah.
Nugie lalu duduk di kursi yang diduduki wanita tadi.
“Oh ya,nama gue Nugie.Kita sekolah di tempat yang sama lho!Elo kesini mau terapi ya?kalo gue lagi dirawat inap disini.Tifus.Oh ya,nama elo?”
Nugie harus banyak bersengal dalam satu kalimat pendeknya.Ia berusaha tetap terlihat tegar.
“Mae.” jawabnya pendek
“Mau terapi?”
“Iya.”
Nugie lalu kehabisan kata-kata dan merasa mulai kecewa dengan sikap Mae yang tidak ramah.Perbincangan mereka terhenti disitu
“Boleh minta tolong nggak?” akhirnya Mae yang duluan yang mengeluarkan suara.
“Boleh banget.Apa?”
“Anterin gue ke taman yang ada di belakang rumah sakit ini,sekarang.”
“Tapi elo kan harus terapi,lagian nanti nyokap elo gimana?”
“Gue nggak mau terapi,gue mau ke taman.Dan gue kasih tau ya,dia itu pembantu gue,nyokap gue nggak mungkin punya waktu untuk nganterin gue terapi.Jadi,mau anterin gue ke taman atau enggak?”
Nugie tersentak mendengar ucapan Mae,ia tidak menyangka Mae seketus itu.Namun Nugie tetap menyanggupi untuk mengantar Mae ke taman.
“Gue udah lama lho pengen kenalan sama elo,nggak nyangka malah kenalan disini.”
“Udah dorong aja,yang cepet,sebelum pembantu gue balik dari toilet!”
Nugie mulai merasa kecewa dengan sikap Mae namun ia masih bersikap lembut.
“Kenapa ketus banget sih?elo nggak suka ya sama pembantu elo itu?”
Mae mengangguk.Nggak lama mereka sampai di taman yang letaknya tidak seberapa jauh dari ruangan fisiotherapy namun tidak terlihat dari sana.
“Ya udah,makasih elo udah anterin gue.Sekarang elo bisa pergi.”
“Pergi?”
Mae ternyata jauh dari bayangan Nugie.Dipikirnya ia gadis yang ramah dan baik hati,tapi nyatanya…
“Elo nggak bisa ramah sedikit apa sama gue?gue cuma mau bertemen sama elo doang kok!”
“Semua juga bilangnya gitu.Mau bertemen tapi ujung-ujungnya cuma manfaatin uang gue atau cuma karena kasihan…” suara Mae terhenti,
“…gue nggak perlu dikasihanin.Pergi!!”
“Tapi gue nggak pernah ngerasa kasihan sama elo malah gue kagum.Dari pertama masuk sekolah gue emang udah pengen minta kenalan tapi baru sekarang gue punya keberanian.Walau harus kenal elo di rumah sakit.Kok elo tega sih mikir gue mau manfaatin elo?nggak nyangka elo sesombong ini,gue pikir elo orangnya ramah,baik,tegar…”
“Berhenti!” Mae memotong tiba-tiba, “elo nggak berhak menilai gue apa-apa.” lanjutnya.
Ini sama sekali bukan perkenalan yang selalu dibayangkan Nugie.Sekarang kekagumannya pada Mae serasa menguap tapi ia merasa tidak terima jika perasaannya selama ini tidak sempat terucap,apa yang akan terjadi selanjutnya ia tak peduli.Keadaan sekitar terlalu ramai untuk membicarakan hal seperti itu.Nugie lalu mendorong kursi roda Mae dengan tergesa menuju tempat parkir di bagian belakang gedung.
“Elo mau ngapain?elo mau bawa gue kemana?” Mae mulai panik.
“Diem!!”
Akhirnya Mae nurut dan membiarkan Nugie.
“Mae,satu hal yang perlu elo tau,gue nggak pernah niat untuk manfaatin elo!Gue tulus,Mae!Gue…tulus…suka dan kagum sama elo!!”
Mereka berdua saling diam dan Nugie bangkit dari posisi berlutut di depan kursi roda Mae.
“Sekarang elo bisa balik ke dalem sendiri kan?soalnya gue rasa elo nggak butuh orang lain.” Setelah mengatakan itu Nugie meninggalkan Mae.
Mae bergeming,mendorong kursi rodanya untuk mengejar Nugie yang sudah berjalan agak jauh.
“Nugie!!” tepat saat Mae memanggil Nugie,satu roda dari kursi Roda Mae masuk kedalam cerukan penyaring saluran air.Kursi rodanya terbalik dan Mae terjatuh,kepalanya membentur keras tembok pembatas area parkir.Nugie yang melihatnya langsung berlari tapi pandangannya mengabur,ia terlalu lelah berlari karena kondisinya.Ia sempat melihat dari ujung mata ada sebuah mobil melaju ke arahnya.Nugie kepayahan dan jatuh pingsan.Botol infus terlepas dari genggamannya.
Entah berapa lama ia tidak sadarkan diri.Saat siuman,Nugie menyadari bahwa ia masih tergeletak di tempat parkir,tanpa botol infus,namun saat melihat ke tempat Mae terjatuh ia tidak melihat siapa-siapa.Nugie bangkit dan langsung berlari ke dalam rumah sakit dan memasuki satu persatu kamar pasien,berharap menemukan Mae di dalamnya.Dan benar,Mae terbaring di salah satu kamar dengan kepala terbungkus kain perban,tak sadarkan diri.Tubuhnya dikelilingi alat-alat bantu kesehatan dan seorang wanita,pembantunya.
“Mae!!” ucap Nugie setengah berteriak.Mae diam tidak bergeming begitupun pembantunya,seakan ia tidak mendengar panggilan Nugie.Nugie lalu berlari menuju kamarnya dan kasurnya telah rapi tak berpenghuni,namanya pun tidak tertera di papan keterangan.Ia mulai mengerti apa yang terjadi.
Nugie bejalan lunglai keluar dari rumah sakit.Ia menunggu Mae keluar dari dalam.Menunggu Mae pulang dengan selamat.Nugie menunggu entah untuk berapa lama.
Ya,akulah Nugie dan aku tidak tahu telah beapa lama menunggu.
Dan tiba-tiba kulihat Mae dari dalam rumah sakit
.Ia bergerak ke arahku….tanpa kursi roda.Bahkan Mae berlari dan tersenyum hingga jaraknya cukup dekat denganku dan ia memelukku.Aku terperangah.
“Mae?elo udah sembuh?”
Mae melepaskan pelukannya dan saat itu aku tahu bahwa senyuman Mae adalah senyuman terindah yang pernah kulihat,
“Makasih ya Nugie!!Sekarang kita sama…”


-kambing_c"antik"-

Sabtu, 31 Oktober 2009

* Tahukah Anda*

Tahukah anda
* kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?*

Tahukah anda
* kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?*

Tahukah anda
* kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah :Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku*

Tahukah anda
* kalau orang yang suka berpakaian *warnamerah* lebih yakin kepada dirinya sendiri*

Tahukah anda
* kalau orang yang suka berpakaian *kuning* adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?*

Tahukah anda
* kalau orang yang suka berpakaian *hitam*adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda?*

Tahukah anda
* kalau anda menolong seseorang,pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat?*

Tahukah anda
* bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tsb?*

Tahukah anda
* kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda tsb pasti dikabulkan*

Tahukah anda
* bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,spt jatuh cinta,menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa andal akukan.*